Tulisan ini hanya merupakan opini serta pemikiran dari saya sendiri sebagai pemilik blog ini, dan opini ini juga muncul berdasarkan pengalaman yang telah saya lalui didalam hidup ini. Jikalau ada kritik dan saran dari teman-teman yang sudah sudi mampir dan membaca coretan ini silahkan saja langsung di komentari ya.

shDan saya merasa sebenarnya tidak saya sendiri yang kadang merasakan hal seperti ini, mungkin banyak juga dari teman-teman yang lain yang juga merasakan dan mengalami hal serupa. Terutama buat teman-teman yang mendapatkan kemampuan dan keahliannya secara otodidak alias tidak mendapatkannya dari pendidikan resmi.

Apakah memang sebuah hukum alam..?? Yang mana jika kamu mengeluarkan banyak uang untuk sebuah skill dari diri kamu, kamu juga akan mendapatkan uang yang banyak. Dan begitupun yang terjadi sebaliknya.

Saya mengakui bahwa ilmu saya mengenai bidang komputer dan IT ini boleh dibilang tidak mengeluarkan uang selain untuk peralatan dan alatnya. Dan kadang peralatan dan fasilitas tersebut juga saya dapatkan ditempat saya selama ini bekerja. Tetapi apakah saya dengan begitu saya tidak layak untuk mendapatkan pendapatan atau penghargaan yang layak sesuai dengan kamampuan yang saya miliki..?? Bukannya saya merasa sok hebat dan ingin setiap yang saya kerjakan harus selalu diberi upah yang layak atau kalau bisa lebih, namun terkadang khan mereka juga tahu kalau ilmu yang saya miliki inilah sumber pendapatan untuk saya agar saya bisa menjalani hidup di dunia ini. Kalau dari awal mereka sudah menawarkan kalau itu sebuah pekerjaan dan bukan sekedar minta tolong ya tidak ada salahnya juga khan kalau saya mengharapkan sedikit penghargaan yang setimpal dengan apa yang telah saya kerjakan..?? Tetapi yang sering terjadi ya kebanyakan mereka malah menekan saya dan memberikan harga yang super minim untuk sebuah pekerjaan yang saya kerjakan. Ya kadang alasan mereka “Kita khan sudah saling kenal bro, masak mesti bayar mahal-mahal sich..??”

Apakah di Indonesia ini semuanya hanya dinilai dari sebuah rasa kekeluargaan..?? Tidak adakah sebuah nilai profesionalisme..??

Mungkin anda semua bisa menjawabnya sendiri.. sesuai dengan pengalaman anda masing-masing.

Tetapi hal tersebut tidak hanya saya alami disaat saya menjadi seorang freelance, tapi terjadi juga ketika saya mencoba melamar sebuah pekerjaan di sebuah company atau perusahaan. Karena saya tidak memiliki modal ijasah atas ilmu yang saya miliki, tidak jarang mereka hanya memandang sebelah mata saja. Walaupun kadang kalau saya diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan saya dilapangan saya yakin kemampuan yang saya miliki tidak kalah juga dengan mereka yang memiliki ijasah.

Tidak heran juga saya mendengar begitu banyak orang-orang Indonesia yang akhirnya ingin bekerja atau pindah keluar negeri untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Karena kurangnya rasa penghargaan dari sesamanya di tanah air.